Elbantnay

STICKER ►►EL-BANTANY IT SOLUTION EL-BANTANY NET DAN HOTSPOT IT KONSULTAN SERVICE KOMPUTER-SERVICE LAPTOP DAN NOTE BOOK-SERVICE PRINTER PENYELAMATAN DATA-INSTALASI JARINGAN-RENTAL KOMPUTER-JASA PENGETIKAN EL-BANTANY CELL DAN MASIH BANYAK LAGI YANG LAIN DI JALAN SUDIRMAN NO 102 BATUSANGKAR-TANAH DATAR-SUMATERA BARAT (085379388533-085850374648-075271639) ADAM MUDINILLAH

Kamis, 15 Maret 2012

GAMBARAN UMUM SEJARAH KEBUDAYAAN DAN PERADABAN ISLAM


PEMBAHASAN

GAMBARAN UMUM SEJARAH KEBUDAYAAN
DAN PERADABAN ISLAM

A.   Pengertian Sejarah

         Sejarah adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia. Sejarah sebagai kisah ataucerita itu merupakan pengertian yang subjektif, yakni peristiwa masa lalu yang telah menjadi pengetahuan manusia. Sedangkan peristiwa sejarah dikatakan sebagai suatu kenyataan objektif, karena masih diluar pengetahuan manusia. Berdasarkan pengertian yang terakhir, jelaslah bahwa peristiwa sejarah itu mencakup segala hal yang dipikirkan, yang dikatakan, yang dikerjakian, yang dirasakan dan yang dialami oleh manusia, seperti yang dikatakan oleh Kuntowijoyo dalam bukunya pengantar ilmu sejarah 1995: 17, yang dikutip oleh Dudung Abdurrahman (1999: 1). Dengan demikian, lapangan sejarah ini meliputi segala pengalaman manusia.
         Di samping itu, faktor manusia dalam perspektif sejarah sangatlah menentukan, karena berdasarkan kesadaranya manusia memiliki nilai historis, yakni selalu berkembang dalam rangka merealisasikan dirinya secara konkret. Oleh karena itu, peristiwa-peristiwa manusia sebagai kenyataanya bersifat simbolis dan mengandung makna. Karena peristiwa sejarah bukan hanya kejadian fisik, melainkan jugfa peristiwa-peristiwa bermakna lainya yang tergambar sepanjang waktu, maka terungkaplah bentuk-bentuk pertumbuhan, kejayaan dan keruntuhanya. Dalam hal ini sejarah, sejarah sesungguhnya identik dengan peradaban manusia. Berdasarkan pengertian tersebutdapatlahdipahami bahwa sejarah adalah sebuah ilmu yang berusaha menemukan, mengungkapkan, dan memahami nilai serta makna budaya yang terkandung dalam peristiwa masa lampau.
            Untuk mempertegas pengertian sejarah sejarah sebagai ilmu terlebih dahulu perlu ditelusuri asal usul kata sejarah itu sendiri. Sejarah dikatakan berasal dari bahasa arab syajarah yang berarti pohon kehidupan. Dalam bahasa asing lainya, disebut histore(prancis), history (inggris). Asal kata history itu sendiri berasal dari historia (yunani) yang berarti pengetahuan tentang gejala-gejala alam terutama mengenai umat manusia yang bersifat kronologis, sedangkan yang tidak bersifat kronologis dipakai kata scientia atau science. Menurut Sidi Gazalba (1981: 2), ilmu sejarah adalah ilmu yang berusaha untuk menentukan pengetahuan tentang masa lalu suatu masyarakat tertentu.
            Selain definisi di atas, ada lagi pengertiantentang sejarah yang dikemukakan oleh Ibnu khaldun dalam bukunya Muqaddamah (1981: 56), sejarah adalah peristiwa-peristiwa penting dan istimewa pada waktu atau bangsa tertentu. Kemudaian terdapat pula beberapa pengertian lain, sehingga sehingga ditemukan bermacam-macam pengertian atau definisi tentang sejarah. Pengertian yang sederhana diantaranya sebagai berikut, yaitu sejarah adalah peristiwa masa lalu yang tidak hanya sekedar memberi informasi tentang terjadinya peristiwa tersebut, tetapi juga memberikan interpretasi yang terjadi dengan melihat hukum sebab akibat.
             Menurut Tamburaka dalam bukunya pengantar ilmu sejarah (1999:5)yang dikutip oleh Maidir harun (2001:9), suatu peristiwa atau kejadian yang telah terjadi dapat tergolong sebagai sejarah, bila dapat menjelaskan tiga aspek dibawah ini:
1.      Bagaimana deskripsi peristiwanya
2.      Mengapa peristiwa itu terjadi
3.      Kemana arah peristiwa itu akan terjadi selanjutnya
Sejarah dalam pengertianya sebagai cerita tentang peristiwa di masa lampau sangatlah naratif, yakni gambaran masa lalu yang tersusun secara lengkap yang meliputi urutan fakta dengan penjelasan serta ulasan atas kenyataan-kenyataan yang ada. Laporan tentang apa yang berlalu itu disebyt sejarah naratif, yang bercirikan sebagai berikut:
1.      Sejarah merupakan uraian logis mengenai suatu proses perkembangan terjadinya peristiwa.
2.      Berdasarkan akal sehat, imajinasi, keterampilan ekspresi bahasa dan pengetahuan.
3.      Proses terjadinya secara genesis (dari awal sampai akhir).
4.      Dilengkapi dengan keterangan mengenai sebab-sebab terjadinya (kausalitas)secaradeskriptif.
5.      Ditulis tanpa memakai teori.
Selanjutnya disebut dengan sejarah ilmiah adalah berusaha mengkaji suatu kejadian masa lampau itu dengan menerangkan sebab dan akibat terjadinya, kondisi lingkungan peristiwa dan kontek sosial budayanya. Namun menurut sejarawan, dalam proses penulisan sejarah bisa saja terjadi penggabungan antara naratif dan sejarah ilmiah, sebab gambaran sejarah itu pada giliranya bertujuan memberikan makna dan penjelasan tentang faktor-faktor terjadinya suatu peristiwa dan dapat dilakukan secara implisit dan deskripsi tetapi analisis berdasarkan konsep dan teori yang relevan.

B.   Ruang Lingkup Sejarah sebagai Ilmu Sosial

           Disiplin ilmu sejarah sebenarnya sejajar dengan ilmu-ilmu sosial lainya, Akan tetapi, sejarah membicarakan tentang masyarakat dengan selalu memperhatikan siknifikansi waktu. Pendekatan yang dipergunakan dalam penggambaran peristiwa masa lalu itu akan memperlihatkan segi sosial dan peristiwa yang dikaji.
            Secara metodologios, penggunaan sosiologi dalam kajian sejarah adalah bertujuan memahami arti subjektif dari perilaku sosial, bukan semata-mata menyelidiki arti objektifnya. Dari sini akan tampaklah bahwa fungsionalisai mengarahkan pengkaji sejarah kepada pencarian arti yang dituju  oleh tindakan individualberkenaan dengan peristiwa-peristiwa kolektif.sehingga pengetahuan teoritislah yang akan mampu membimbing sejarawan dalam menemukan motif-motif dari suatu tindakan, atau faktor-faktor penyebab dari suatu pertistiwa.
         Dalam karya-karya sejarah, sejarah sosial itu sendiri banyak identik dengan sejarah sebagai pergerakan sosial. Misalnya, gerakan petani, gerakan demo, gerakan keagamaan, gerakan kebangsaan dan gerakan aliran teologi atau politik. Karena itu, dalam memahami sejarah diperlukan beberapa pendekatan ilmu sosial, terutama pendekatan antropologi dan pendekatan sosial politik.

C.   Pengertian Kebudayaan dan Peradaban Islam

Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat, yang dalam bahasa arab disebut al tsaqafah dan culture dalam bahasa inggris, sedangkan manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban yang dalam bahasa arab disebut al hadharah atau civilization dalam bahasa inggris. Kebudayaan lebih banyak direflesikan dalam seni, sastra, religi (agama non islam ), dan moral, sedangkan peradaban terefleksi dalam politik, ekonomi, dan teknologi.
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu:
1.      wujud ideal,
wujud ideal adalah wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
2.      wujud kelakuan,
wujud kelakuan adalah wujud kebudayaan sebagai sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.      wujud benda.
Wujud benda adalah wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya.

Kebudayaan ini selain mempunyai wujud, juga mempunyai unsur yang merupakan isi pokok dari tiap kebudayaan yang ada didunia. Kebudayaan tersebut mempunyai 7 unsur yaitu:
1.      bahasa
2.      sistem pengetahuan
3.      organisasi sosial
4.      sistem peralatan hidup dan teknologi
5.      sistem mata pencarian hidup
6.      sistem religi (agama)
7.      kesenian
sedangkan istilah peradaban biasanya dipakai untuk bagian-bagian dari unsur-unsur kebudayan yang halus dan indah. Peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem taknologi, seni bangunan, seni rupa, seni kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks.
Jadi peradaban adalah puncak-puncak dari suatu kebudayaan dengan demikian sejarah peradaban islam adalah puncak-puncak dari kebudayaan islam masa lalu yang sudah dianalisis dengan teliti yang mencakup seni sastra,kepercayaan atau agama, masalah ekonomi, politik dan teknologi.
D.   Sejarah Peradaban Islam
Banyak definisi yang ditampilkan oleh ilmuan tentang ilmu secara sederhana ilmu adalah upaya manusia dalam menjawab pertranyaan-pertanyaan tentang berbagai gejala (alam dan manusia) dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah bukanlah suatu proses pemikiran biasa sebagaimana yang  ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, melainkan proses berpikir dan cara kerja yang sistematis dan berdisiplin tinggi.
Dilihat dari sudut objek yang dibahas, ilmu (science) terbagi atas:
1.      Ilmu-ilmu alam (natural sciences), yaitu ilmu-ilmu yang mempelajari  benda-benda yang memiliki sifat-sifat yang umum dan tetap, seperti besi, tanah, hewan dan sebagainya.
2.      Ilmu-ilmu sosial (social sciences) yaitu ilmu-ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan manusia dan kemanusiaan. Yang dicari dalam ilmu-ilmu sosial ialah gejala-gejala yang bersifat umum, tetapi berubah-ubah.
Dalam mempelajari ilmu-ilmu sosiala ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu:
a.       Walaupiun dalam mempelajari ilmu-ilmu sosial berpedoman kepada hukum sebab akibat, namun harus diingat bahwa tidak selalu sebab yang sama menimbulkan akibat yang sama. Demikian pula sebaliknya.
b.      Harus hati-hati dalam mengoreksi dan menginterprestasikannya.
c.       Tidak boleh apriori atau menerima begitu saja dalam menerima atau menolak sesuatu peristiwa atau persoalan.
Dalam kaitan ini, sejarah termasuk kedalam kelompok ilmu-ilmu sosial. Oleh karena itu, objek yang dipelajari dalam sejarah tidak terlepas dari persoalan manusia dan kemanusiaan.
Secara epistimologis, ilmu sejarah artinya termasuk dalam kelompok disiplin huniora, tetapi belakangan ini semakin dekat dengan kelompok ilmu-ilmu sosial. Perkembangan ini membawa implikasi terhadap pergeseran paradigma ilmu sejarah dari konfensional yang lebih berorientasi kepada sastra, kepada ilmu sejarah baru yang lebih dekat dengan ilmu-ilmu sosial. Ilmu sejarah yang besifat konfensional belum memiliki metode penelitian yang kritis, sementara ilmu sejarah baru sudah memiliki metode penelitian sejarah kritis.
Metode penelitian sejarah kritis adalah metode dasar dalam penelitian sejara, yang kadang-kadang disebut juga “metode kritik sumber”. Prosedur kerja dalam penelitian ini memakai 4 tahap mulai dari penelusuran sumber sejarah sampai kepada penulisan .
Adapun tahapan-tahapan penelitian ini sebagai berikut:
1.      Heuristik
Heuristik yaitu menelusuri, mencari dan menemukan sumber atau data sejarah. Sumbersejarah adalah semua bahan-bahan informasi yang dapat dijadikan bukti atau kesaksian sejarah. Yang terpenting adalah segala sesuatu berupa obyek yang dapat dijangkau oleh alat indra manusia, baik dalam bentuk sumber tertilis, sumbar lisan, maupun benda-benda peninggalan masa lampau, inskripsi (batu tertulis), artifak dan lain-lainnya dapat dikategirikan sebagai sumber sejarah.
Sumber sejarah secara umum dibagi kepada dua bagian, yakni sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer (asli), yaitu semua bahan-bahan material atau data tertulis yang dibuat pada masa kejadian sejarah atau peristiwa historis yang di teliti. Sumber primer ini dibuat oleh saksi mata atau orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Sumber sekunder, yaitu apabila sumber sejarah diperoleh dari tangan kedua atau sumber tidak langsung semua karya-karya rekonstruksi atau interprestasi yang berdasarkan sumber-sumber primer disebut sumber sekunder. Sumber sekunder kebanyakannya adalah karya-karya sejarah yang ditulis sejarahwan, baik dalam bentik buku maupun artikel.

Perbedaan kategori sumber primer dan sekunder sangat tergantung kepada keaslian, waktu dan yang menciptakannya. Contoh-contoh sumber sekunder umumnya adalah buku-buku sejarah yang di larang oleh buku pelaku sejarah. Semua buku teks sejarah artikel dalam majalah, koran dan naskah karya ilmiah termasuk sumber sekunder, sedangkan sumber primer adalah segala sesuatu yang berasal dan di buat pada masa peristiwa itu terjadi seperti :
1.                   Sumber tertulis
a.                   Kronik, annals, geneologi, biografi
b.                   Memoar, buku harian, dokumen-dokumen berupa laporan-laporan resmi pemerintah, polisi, pengadilan, pengadaian, pembukuan organisasi sosial, politik, lembaga agama, mesjid, sekolah dan sebagainya.
2.                   Karya-karya seni
a.                   Potret, lukisan, sejarah, coins, medali, piala
b.                   Beberapa jenis film, koleksi-koleksi benda-benda seni lainnya.
3.                   Sumber lisan dan tradisi
a.                   Bahasa, tradisi, adat istiadat dan lembaga-lembagaagama
b.                   Folksong, balada, cerita rakyat, saga atau hikayat
c.                   Rekaman kaset, graofon, rekaman audio visual
d.                  Diktafon, yaitu orang atau alat mekanis yang ada pada sebagai saksi langsung dalam suatu kejadian yang diteliti
4.                   Sumber relics  (benda-benda peningalan)
2.      Kritik sumber
Kritik sumber yaitu mengolah data sejarah sebagai informasi melalui dua tahap:
a.                   Kritik ekster yaitu pengujian otentisitas (keaslian) materialnya
b.                   Kritik inter yaitu menguji kesahihan (reabilitas) isi informasi sejarah yang terkandung didalamnya.

E.   Dasar-dasar Kebudayaan Islam Dan Peradaban Islam Serta Perbedaannya
Landasan peradaban islam adalah kebudayaan islam, terutama wujud idealnya sedangkan landasan kebudayaan islam adalah agama islam. Karena itu, tidak seperti pada masyarakat yang menganut agama “bumi”, agam bukanlah kebudayaan tetapi adalah sumber yang melahirkan kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia, maka agama islam adalah wahyu dari Allah SWT, bukannya hasil cipta, rasa, ataupun karsa manusia. Allah SWT sendiri yang menamakan agamanya ini dengan agama islam, sebagai mana tersebut dalam surat Ali Imran:19
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$# ÞO»n=óM}$# 3 $tBur y#n=tF÷z$# šúïÏ%©!$# (#qè?ré& |=»tGÅ3ø9$# žwÎ) .`ÏB Ï÷èt/
$tB ãNèduä!%y` ÞOù=Ïèø9$# $Jøót/ óOßgoY÷t/ 3 `tBur öàÿõ3tƒ ÏM»tƒ$t«Î/ «!$#  cÎ*sù ©!$# ßìƒÎŽ|  É>$|¡Ïtø:$# ÇÊÒÈ  
Artinya : Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab, kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Pokok kekuatan dan sebab timbulnya kebudayaan adalah agama islam, kebudayaan yang ditimbulkannya dinamakan kebudayaan islam atau peradaban islam.
Dengan demikian kebudayan dan peradaban islam harus sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran islam sebagai mana yang terkandung dalam Alquran dan hadist.

F.    Periodesasi Perkembangan Sejarah Kebudayaan Islam dan Peradaban Islam
Sejarah perkembangan peradaban islam dibagi menjadi tiga periode pertama, periode klasik (650-1250 M), kedua periode pertengahan(1250-1800 M) dan periode modern (1800 M – sekarang). Sebelum periode klasik danamakan masa Rasulullah SAW (611-632 M) yang terdiri dari fase makkah(611-622 M) dan fase madinnah (622-632 M) serta fase penumbuhan islam yakni ada masa awal khulafa al-Rasyidin.

1.      Periode klasik
Masa kemajuan islam I (650-1000 M) yang terdiri dari masa pertengahan dan akhir khulafa al-Rasyidin (650-661 M) bani Umayyah (661-750 M) dan banni Abbas (750-1000 M). Masa Disintegrasi (1000-1250 M) pada Bani Abbas dan munculnya dinasti-dinasti islam kecil dibarat seperti: Dinasti Bani Idris (788-974 M), Bani Aghlab 800-969 M) Bani Tulun (868-905 M) Bani Ikhsyid (935-969 M) Bani Hamdan (944-1003 M) Bani Fatimiyah (909-1171 M) dan lain-lain, ditimur seperti: Dinasti tahiriyah (820-872 M) Dinasti Saffariyah (870-908 M) Dinasti sammaniyah (874-999 M) Dinasti Ghaznawiyah (977-1186 M) Dinasti Buwaihiyah (932-1062 M) Dinasti Saljuk (1038-1194 M) dan lain-lain sampai hancurnya Bani Abbas (1258 M)
2.      Periode pertengahan
Masa kemunduran islam I (1250-1500 M) terjadinya serangan Mongol terhadap dinasti-dinasti islam dan kota Bahgdad seperti Jengis Khan, Khulagu Khan, Timur Lank dan munculnya Dinasti Ilkhaniyah (1256-1353 M), dan lain-lain
3.      Periode modern
Zaman kebangkitan islam, ditandai dengan berakhirnya ekspansi napoleon di Mesir tahun 1801 M. Ini membuka mata umat islam untuk bangkit dari tidurnya. Kontak islam dengan barat sekarang sangat berlainan sekali dengan kontak islam dan barat pada periode klasik. Pada periode klasik islam sedang maju-maju nya dan barat sedang dalam kegelapan. Sekarang sebaliknya, islam sedang daarat.lam kegelapan dan barat sedang maju, dan kini islam yang ingin belajar dengan negara barat.






















PENUTUP

A.    Kesimpulan

Sejarah adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia. Sejarah sebagai kisah ataucerita itu merupakan pengertian yang subjektif, yakni peristiwa masa lalu yang telah menjadi pengetahuan manusia.
Ruang lingkup sejarah disiplin ilmu sejarah sebenarnya sejajar dengan ilmu-ilmu sosial lainya, Akan tetapi, sejarah membicarakan tentang masyarakat dengan selalu memperhatikan siknifikansi waktu. Pendekatan yang dipergunakan dalam penggambaran peristiwa masa lalu itu akan memperlihatkan segi sosial dan peristiwa yang dikaji.
Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. peradaban adalah puncak-puncak dari suatu kebudayaan dengan demikian sejarah peradaban islam adalah puncak-puncak dari kebudayaan islam masa lalu yang sudah dianalisis dengan teliti yang mencakup seni sastra,kepercayaan atau agama, masalah ekonomi, politik dan teknologi.
Sejarah perkembangan peradaban islam dibagi menjadi tiga periode pertama, periode klasik (650-1250 M), kedua periode pertengahan(1250-1800 M) dan periode modern (1800 M – sekarang). Sebelum periode klasik danamakan masa Rasulullah SAW (611-632 M) yang terdiri dari fase makkah(611-622 M) dan fase madinnah (622-632 M) serta fase penumbuhan islam yakni ada masa awal khulafa al-Rasyidin.


B.     Saran
Kami selaku pemakalah mengakui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu pemakalah terbuka untuk menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Sesungguhnya kebenaran hdatangnya hanyalah dari maha pencipta.










DAFTAR PUSTAKA


Badri,yatim.Sejarah Peradaban Islam,Raja Wali Press,Jakarta,2000
Harun,maidir.Sejarah Peradaban Islam.IAIN IB Press,Jakarta:2001
Famawati.Sejarah Peradaban Islam,STAIN Batusangkar Press.Batusangkar:2010
Nasution,harun.Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya,UI-Press.Jakarta:1985

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar